they took me for long time, starting journey to nowhere
detonator in my brain ready explode out of my head
*you can do whatever you want, kick my face or ignorance
She looks like crazy people with much pills in her head
She walk like an idiot and talk with herself round and around
*you think that is the fantasy, yes sure it is what you want to get it
You remind me for take the time, I need a rest to take the control back
sound from the mother whispering in my ear
ready to get high with the bluegrass mode
sound from the father distort in my brain
so i can't difference where's mirror and door
sound from the grass gently flow
with the gun in my back but i loosing control
some people crying for his brother
its all the truth or just fuckin' hoax
-thunder sanchez songs talk about how do you feel when the god come to you and said this is my creation so do it
Thursday, November 5, 2009
Thursday, September 3, 2009
semua yang kita lihat adalah refleksi dari sinetron
suatu hari saya sedang duduk sembari menggengam sebuah buku yang belum selesai saya baca habis. kemudian, berselang beberapa saat datang teman saya dan mengajak saya untuk ikut pergi ke sebuah tempat yang konon itu adalah sebuah tempat ritual paling berbahaya yang pernah ada. itu lah yang mereka sebut "youth center"
wow!!!!
itu lah kata yang dapat saya katakan, kami berdua berjalan menyusuri jalan setapak di daerah itu. semua orang nampak ceria, bahagia, bersih, dan rapih. saya hanya terdiam memandang suatu kenampakan yang terlihat sepanjang mata ini terbuka. tiba-tiba teman saya menepuk pundak saya dan berkata "jangan ngelamun". saya pun hanya tersenyum. "oh ternyata ini" saya berkata pelan, teman saya lalu menyahut dan berkata "apa yang kamu pertanyakan?" tanya nya. "lihat lah sekeliling kita, depan-belakang, kiri-kanan, bahkan disetiap sudut mereka adalah sama." teman saya pun mengajak saya untuk duduk di sebuah tempat kecil yang menjajakan hidangan. "lanjutkan kata-kata mu" ucapnya. "apa yang kita pikirkan ketika kita masuki tepat ini? sebuah tempat mewah dengan beragam fenomena yang tidak ingin aku lihat. semua bertingkah sama, semua mengenakan sesuatu yang sama, tapi apakah ada yang salah?" ucapku. temanku menyahut "inilah yang kita sebut dunia. semua dihasilkan dari rahim yang sama. rahim itulah yang memproduksi dan mengontrol pola hidup dan membatasi pemikiranmu dengan menutup matamu oleh buaian-buaian kata-kata yang harmonis yang kemudian kita sebut dengan gengsi". aku pun semakin serius menanggapi apa yang temanku utarakan. "teruskan" ucapku. "rahim itu adalah pihak yang menggenggam dunia ini, mereka membuai kita dengan produk-produk yang mereka hasilkan dari darah orang lain" ucapnya. "pernahkah orang-orang ini memikirkan bahwa semua yang melekat pada dirinya adalah hasil cipta orang yang seharusnya lebih kita hargai tetapi telah hilang terlupakan oleh kelamnya suara bising dan cahaya berwarna yang menyilaukan?" tanyaku. "kau tahu perbedaan orang tua kita dengan kita?" tanya nya. "orang tua kita dilahirkan dalam kondisi kritis, mereka membuka mata saat tanah ini mencari identitas. jerih payah dan kerja keras dan bukannya menikmati secangkir teh di sore hari layaknya para aristokrat yang lain, sedangkan kita membuka mata saat tangan para pembantu menyuapi mulut dan tingkat elektronika mulai menjamah pikiran. tahukah apa artinya?" tanya temanku. aku hanya menggelengkan kepala. "mereka dibesarkan untuk mencari idialisme mereka sebagai bekal untuk menghadapi kerasnya hidup. mereka dihadapkan pada pertarungan untuk memerjuangkan hak-hak mereka yang terpenjara setelah lelah dipasung untuk memenuhi kewajibannya, sedangkan kita???" sejenak dia menatap kearah sekumpulan remaja yang sedang duduk dan tertawa ditemani botol-botol alkohol. "itu lah kita" ucapnya. "kita dibesarkan oleh media-media yang hanya memedulikan komoditas sebagai laba dan kita adalah pekerja yang terkotori oleh pemikiran penyeragaman."
"sudahkah kita mendapatkan hak kita? lalu bagaimana dengan kewajiban kita?" temanku kembali bertanya. "hak kita telah terpenuhi karena kita terlahir saat hak asasi telah diakui. kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita menikati apa yang kita mau, kita dapat melakukan apa yang kita kehendaki, tapi itu hanya tertera sebagai topik hari ini." ucapnya. "semua dapat kita beli dengan uang! lalu apakah kita memiliki uang itu?" tanya temanku padaku. aku pun menyahut "hanya minoritas lah yang memiliki hak berlebih". temanku pun berkata "itu karena mayoritas saudara kita adalah kaum pekerja". "lalu apakah minoritas peduli akan kesengsaraan mereka?" tanya nya lagi. kali ini saya hanya terdiam. "adalah 10:3 dari mereka yang peduli akan hal ini. kita lihat sekeliling kita, apakah mereka peka akan kenampakan yang sebenarnya terjadi diluar tempat ini?" ucapnya. "karena mereka telah dibentuk oleh pikiran-pikiran postmo yang hanya menginginkan apa yang bisa didapat, mengiyakan apa yang seharusnya mereka kuasai meskipun itu tidak selayaknya, bertindak apapun yang mereka inginkan karena mereka lah kaum penerus penyeragaman."
kami pun mengakhiri perbincangan dan berjalan pulang. kali ini saya pulang membawa pengetahuan baru. di perjalanan pulang, terlintas monolog yang terucap diantara bibir ini.
"apakah aku sudah melakukan hal yang seharusnya kulakukan saat kuinjakan kaki ini menuju dunia fana? ataukah hanya hak yang kutuntut dan mengesampingkan kewajibanku?" "terkadang mereka sebut aku si orang aneh dengan buku-buku gila, tapi apakah mereka sadar?" "apakah mereka menyadari apa yang seharusnya mereka lakukan? mereka tak harus memerjuangkan hak-hak orang lain yang sedang hidup dalam penindasan tapi apakah mereka sudah mengisi otak mereka dengan pemikiran-pemikiran yang seharusnya diletakan dikepala? ataukah mereka hanya bisa menghamburkan uang orang tua dengan percuma tanpa peduli bagaimana orang tua bekerja?"
dihidupi-mandiri-menghidupi
itulah hidup, lalu apakah kita sudah berada dalam posisi ke dua atau bahkan ketiga? ataukah hanya hidup yang statis dengan pemikiran apatis?.
kali ini bukan lagi saatnya kita memandang sesuatu secara prespektif tetapi seharusnya kita ubah lah sudut pandang kita. posisikan dirimu pada pihak lawan, kenali lawanmu sebelum kau membencinya.
pintu rumah sudah didepan mata, sambil berpikir saya pun memasuki kamar
"hidup ini adalah film. kita adalah lakon-lakon yang digerakan oleh penguasa untuk bergerak menuruti perintahnya. pola hidup, pola pikir, cara pandang, pergaulan, bahkan cinta semua itu telah digariskan dalam satu bentuk fenomena bernama media"
wow!!!!
itu lah kata yang dapat saya katakan, kami berdua berjalan menyusuri jalan setapak di daerah itu. semua orang nampak ceria, bahagia, bersih, dan rapih. saya hanya terdiam memandang suatu kenampakan yang terlihat sepanjang mata ini terbuka. tiba-tiba teman saya menepuk pundak saya dan berkata "jangan ngelamun". saya pun hanya tersenyum. "oh ternyata ini" saya berkata pelan, teman saya lalu menyahut dan berkata "apa yang kamu pertanyakan?" tanya nya. "lihat lah sekeliling kita, depan-belakang, kiri-kanan, bahkan disetiap sudut mereka adalah sama." teman saya pun mengajak saya untuk duduk di sebuah tempat kecil yang menjajakan hidangan. "lanjutkan kata-kata mu" ucapnya. "apa yang kita pikirkan ketika kita masuki tepat ini? sebuah tempat mewah dengan beragam fenomena yang tidak ingin aku lihat. semua bertingkah sama, semua mengenakan sesuatu yang sama, tapi apakah ada yang salah?" ucapku. temanku menyahut "inilah yang kita sebut dunia. semua dihasilkan dari rahim yang sama. rahim itulah yang memproduksi dan mengontrol pola hidup dan membatasi pemikiranmu dengan menutup matamu oleh buaian-buaian kata-kata yang harmonis yang kemudian kita sebut dengan gengsi". aku pun semakin serius menanggapi apa yang temanku utarakan. "teruskan" ucapku. "rahim itu adalah pihak yang menggenggam dunia ini, mereka membuai kita dengan produk-produk yang mereka hasilkan dari darah orang lain" ucapnya. "pernahkah orang-orang ini memikirkan bahwa semua yang melekat pada dirinya adalah hasil cipta orang yang seharusnya lebih kita hargai tetapi telah hilang terlupakan oleh kelamnya suara bising dan cahaya berwarna yang menyilaukan?" tanyaku. "kau tahu perbedaan orang tua kita dengan kita?" tanya nya. "orang tua kita dilahirkan dalam kondisi kritis, mereka membuka mata saat tanah ini mencari identitas. jerih payah dan kerja keras dan bukannya menikmati secangkir teh di sore hari layaknya para aristokrat yang lain, sedangkan kita membuka mata saat tangan para pembantu menyuapi mulut dan tingkat elektronika mulai menjamah pikiran. tahukah apa artinya?" tanya temanku. aku hanya menggelengkan kepala. "mereka dibesarkan untuk mencari idialisme mereka sebagai bekal untuk menghadapi kerasnya hidup. mereka dihadapkan pada pertarungan untuk memerjuangkan hak-hak mereka yang terpenjara setelah lelah dipasung untuk memenuhi kewajibannya, sedangkan kita???" sejenak dia menatap kearah sekumpulan remaja yang sedang duduk dan tertawa ditemani botol-botol alkohol. "itu lah kita" ucapnya. "kita dibesarkan oleh media-media yang hanya memedulikan komoditas sebagai laba dan kita adalah pekerja yang terkotori oleh pemikiran penyeragaman."
"sudahkah kita mendapatkan hak kita? lalu bagaimana dengan kewajiban kita?" temanku kembali bertanya. "hak kita telah terpenuhi karena kita terlahir saat hak asasi telah diakui. kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita menikati apa yang kita mau, kita dapat melakukan apa yang kita kehendaki, tapi itu hanya tertera sebagai topik hari ini." ucapnya. "semua dapat kita beli dengan uang! lalu apakah kita memiliki uang itu?" tanya temanku padaku. aku pun menyahut "hanya minoritas lah yang memiliki hak berlebih". temanku pun berkata "itu karena mayoritas saudara kita adalah kaum pekerja". "lalu apakah minoritas peduli akan kesengsaraan mereka?" tanya nya lagi. kali ini saya hanya terdiam. "adalah 10:3 dari mereka yang peduli akan hal ini. kita lihat sekeliling kita, apakah mereka peka akan kenampakan yang sebenarnya terjadi diluar tempat ini?" ucapnya. "karena mereka telah dibentuk oleh pikiran-pikiran postmo yang hanya menginginkan apa yang bisa didapat, mengiyakan apa yang seharusnya mereka kuasai meskipun itu tidak selayaknya, bertindak apapun yang mereka inginkan karena mereka lah kaum penerus penyeragaman."
kami pun mengakhiri perbincangan dan berjalan pulang. kali ini saya pulang membawa pengetahuan baru. di perjalanan pulang, terlintas monolog yang terucap diantara bibir ini.
"apakah aku sudah melakukan hal yang seharusnya kulakukan saat kuinjakan kaki ini menuju dunia fana? ataukah hanya hak yang kutuntut dan mengesampingkan kewajibanku?" "terkadang mereka sebut aku si orang aneh dengan buku-buku gila, tapi apakah mereka sadar?" "apakah mereka menyadari apa yang seharusnya mereka lakukan? mereka tak harus memerjuangkan hak-hak orang lain yang sedang hidup dalam penindasan tapi apakah mereka sudah mengisi otak mereka dengan pemikiran-pemikiran yang seharusnya diletakan dikepala? ataukah mereka hanya bisa menghamburkan uang orang tua dengan percuma tanpa peduli bagaimana orang tua bekerja?"
dihidupi-mandiri-menghidupi
itulah hidup, lalu apakah kita sudah berada dalam posisi ke dua atau bahkan ketiga? ataukah hanya hidup yang statis dengan pemikiran apatis?.
kali ini bukan lagi saatnya kita memandang sesuatu secara prespektif tetapi seharusnya kita ubah lah sudut pandang kita. posisikan dirimu pada pihak lawan, kenali lawanmu sebelum kau membencinya.
pintu rumah sudah didepan mata, sambil berpikir saya pun memasuki kamar
"hidup ini adalah film. kita adalah lakon-lakon yang digerakan oleh penguasa untuk bergerak menuruti perintahnya. pola hidup, pola pikir, cara pandang, pergaulan, bahkan cinta semua itu telah digariskan dalam satu bentuk fenomena bernama media"
Monday, June 8, 2009
the hurricane marry and the taste of propaganda
the hurricane marry and the taste of propaganda, get out from my head...yeah
the ancient memory with the flooding magma, burning in your head...yeah
should the white man come to oppress, we stand on the ground to take the resist yeah
you are the man with the mighty power, yell out and cuffed my hand
you are the professor with high intelligence, protect them is your mission
the battlefield is our grave, you say "burn your head and you'll not feel the pain"
can you see we're consist of children and woman, you never ever care
you say it's not about humanitarian, it's about the country pride
we take the rifle and kill each other, those for you the majesty commander
*why we need a war? to prove that we are exist? to get everything what we need?, to control the earth? or to exterminate our brother? this is the anti-war songs. with this song i curse everyone who loves the war such Israel, U.S.A and the other. stop the war, you better think about yourself. everyone want free
the ancient memory with the flooding magma, burning in your head...yeah
should the white man come to oppress, we stand on the ground to take the resist yeah
you are the man with the mighty power, yell out and cuffed my hand
you are the professor with high intelligence, protect them is your mission
the battlefield is our grave, you say "burn your head and you'll not feel the pain"
can you see we're consist of children and woman, you never ever care
you say it's not about humanitarian, it's about the country pride
we take the rifle and kill each other, those for you the majesty commander
*why we need a war? to prove that we are exist? to get everything what we need?, to control the earth? or to exterminate our brother? this is the anti-war songs. with this song i curse everyone who loves the war such Israel, U.S.A and the other. stop the war, you better think about yourself. everyone want free
good morning indonesia
this is the land of competition where's people cry is an ordinary scene
in the place who said this is democracy but we can't get what we need
this is the place where all people getting radical in their religion
the opposite can't speak the expression, government say Islam
this is mountain we proud, but corporation stole it
this is country that i love, but hero died and we never care
they said "gimme regulation to put the neo-liberalism"
do you see workers suffer and you want need more contribution
this is the company which they called their name is multinational
we only, stand on the ground and pray, president do you ever care?
*again the original song from thunder sanchez. this song talk about the reality what we see everyday in our country. yes this is Indonesia. with this song we hope that we can open the majesty eyes. open the government mind that what they do always contradiction with people want. we hope for the better future for Indonesia, because we make this things with one faith that we proud to be an Indonesian
in the place who said this is democracy but we can't get what we need
this is the place where all people getting radical in their religion
the opposite can't speak the expression, government say Islam
this is mountain we proud, but corporation stole it
this is country that i love, but hero died and we never care
they said "gimme regulation to put the neo-liberalism"
do you see workers suffer and you want need more contribution
this is the company which they called their name is multinational
we only, stand on the ground and pray, president do you ever care?
*again the original song from thunder sanchez. this song talk about the reality what we see everyday in our country. yes this is Indonesia. with this song we hope that we can open the majesty eyes. open the government mind that what they do always contradiction with people want. we hope for the better future for Indonesia, because we make this things with one faith that we proud to be an Indonesian
Saturday, June 6, 2009
suzy song
suzy dwayne armstrong back again to her town
escape from the horrible place where she can't sing along
suzy come with scalds face, broken leg, and goddamn pregnant
yes you get what you want, but not what you find
where's the beautiful long curly hair which so fantastic
forgotten it makes the day so dramatic
suzy walk with her hand, head on the ground and arse above
yeah you get what they want, abused and oppressed
*this is the original song from thunder sanchez. the song talk about the abused by the slaveholder to indonesian women worker who send by some institution with legalization from the government to another country for work as a maid (or as a slave?).
escape from the horrible place where she can't sing along
suzy come with scalds face, broken leg, and goddamn pregnant
yes you get what you want, but not what you find
where's the beautiful long curly hair which so fantastic
forgotten it makes the day so dramatic
suzy walk with her hand, head on the ground and arse above
yeah you get what they want, abused and oppressed
*this is the original song from thunder sanchez. the song talk about the abused by the slaveholder to indonesian women worker who send by some institution with legalization from the government to another country for work as a maid (or as a slave?).
Monday, March 30, 2009
SALAH BESAR!!!
akhir-akhir ini semua sibuk saling pukul kanan, pukul kiri. kapanye demi mendapatkan sebuah suara yang sebenarnya bisa dibeli untuk duduk di senayan sana. caleg? presiden? wakil presiden?
omong kosong.
tidak memilih adalah hak setiap rakyat, karena ini adalah negara demokrasi jadi kita lah yang menentukan kemana suara kita ditujukan.
saya sangat ingin tertawa melihat tingkah laku para elit politik negeri ini. panggung politik dibuat di sentra kota, pembelian massa untuk mendengarkan janji buta.
kita dibodohi?
kita dicekoki kepalsuan?
sang wakil presiden kita berkata di iklannya bahwa partainya telah memberi ruang gerak bagi kaum muda untuk mendapatkan pendidikan politik.
kaum muda yang mana?
yang kaya dan moderat? sehingga dapat di didik menjadi watak penguasa bermodal?
sedangkan mereka yang tidak mampu?
orasi kami pun ditolak dan tidak didengar
pendidikan eksak yang diberikan hanya sebuah penganjuran yang membosankan, tetapi kehidupan untuk kalangan uda berkembang semakin dibatasi
BHP adalah bukti nyata bahwa pendidikan hanya untuk kaum kaya.
pernah kita menyadari apa yang kita lihat di tv?
UU anti pornografi telah disahkan
tetapi?
MENGAPA MASIH BANYAK PARTAI YANG MENGGUNAKAN PENYANYI EROTIS UNTUK MEMIKAT MASSA?
kebodohan yang mudah terungkap
notes ini bukanlah sebuah kata-kata provokatif
tapi ini sebagai pebuka mata dan hati nurani kalian untuk memandang Indonesia secara keseluruhan
perubahan ada di tangan kalian
omong kosong.
tidak memilih adalah hak setiap rakyat, karena ini adalah negara demokrasi jadi kita lah yang menentukan kemana suara kita ditujukan.
saya sangat ingin tertawa melihat tingkah laku para elit politik negeri ini. panggung politik dibuat di sentra kota, pembelian massa untuk mendengarkan janji buta.
kita dibodohi?
kita dicekoki kepalsuan?
sang wakil presiden kita berkata di iklannya bahwa partainya telah memberi ruang gerak bagi kaum muda untuk mendapatkan pendidikan politik.
kaum muda yang mana?
yang kaya dan moderat? sehingga dapat di didik menjadi watak penguasa bermodal?
sedangkan mereka yang tidak mampu?
orasi kami pun ditolak dan tidak didengar
pendidikan eksak yang diberikan hanya sebuah penganjuran yang membosankan, tetapi kehidupan untuk kalangan uda berkembang semakin dibatasi
BHP adalah bukti nyata bahwa pendidikan hanya untuk kaum kaya.
pernah kita menyadari apa yang kita lihat di tv?
UU anti pornografi telah disahkan
tetapi?
MENGAPA MASIH BANYAK PARTAI YANG MENGGUNAKAN PENYANYI EROTIS UNTUK MEMIKAT MASSA?
kebodohan yang mudah terungkap
notes ini bukanlah sebuah kata-kata provokatif
tapi ini sebagai pebuka mata dan hati nurani kalian untuk memandang Indonesia secara keseluruhan
perubahan ada di tangan kalian
Sunday, March 22, 2009
"SUDAH SEHATKAH ANAK-ANAK INDONESIA?"
kerap kita jumpai banyak dari saudara kita yang duduk termenung di sudut-sudut pinggiran kota (ataukah kota pinggiran?). mereka belumuran lupur, peluh yang bercucur di dahi, tangan yang tidak bisa dihentikan untuk tetap mengorek tempat sampah. berharap ada makanan? atau emas yang terbuang?
kita kerap tidak sadar apa yang kita lakukan adalah sebuah penyiksaan dan penindasan bagi saudara kita, karena kekerasan yang terbesar dilakukan oleh tindakan dan sikap kita dan negara kita (tercinta untuk negara tapi bukan untuk pemerintahan!).
"kita tidak pernah menyadari bahwa kita juga terlibat dalam penindasan bagi saudara kita" - noam chomsky
ingin bukti akan kata-kata tersebut?
berapa liter produk nestle yang sudah kita konsumsi? berapa lembaran uang kita berikan untuk produk nike? dan berapa waktu kita buang untuk mendengarkan produk-produk sony?
ironisnya, tiap uang yang kita keluarkan untuk produk-produk dari korporasi multinasional adalah untuk membesarkan perut-perut para pemodal dan bukan untuk mensejahterakan para buruhnya, dan yang lebih parah adalah bahwa negara kita tidak dapat bertindak tegas, mereka mengeluarkan regulasi-regulasi kotor untuk menyokong para pemodal untuk bebas beraksi, ditambah pemblokiran media massa dan penggunaan doublespeak dan doublethink mereka (kata yang digunakan untuk mengaburkan makna asli yang terkandung).
ibu-ibu yang baru melahirkan sudah dibenamkan pada tatanan kapitalis. bayi-bayi mereka sudah disuguhkan oleh susu formula sejak lahir bukan oleh ASI yang menurut riset dokter adalah makanan yang paling baik untuk bayi (bayi memiliki sifat peka terhadap barang pertama yang mereka konsumsi seperti apabila diberikan ASI pertama maka dia akan terus mengonsumsinya). sekalipun ibu-ibu tersebut memberi mereka ASI, tetapi itu bukanlah ASI pertama. bila ibu bersikeras ingin memerikan ASI, maka disinilah peranan doublespeak, doublethink dari pihak rumah sakit dimulai. dengan dalih bahwa payudara dapat kendor (bagi ibu-ibu muda), bayi tetap membutuhkan vitamin dan zat-zat yang hanya terkandung di susu formula, dll. maka si ibu perlahan akan menghentikan suplai ASI nya, sehingga apabila payudara tidak lagi mendapat rangsangan maka ASI akan berhenti diproduksi. yang lebih bengis adalah bahwa dibalik istansi sebesar dan sepenting rumah sakit pun dinaungi oleh korporasi-korporasi kapitalis (seperti nestle, unilever, dll.).
pernahkah kalian melihat televisi? (sebuah kotak yang banyak mengumbar kebohongan dan pastinya kalian konsumsi termasuk saya)
akhir-akhir ini di Indonesia sedang digemparkan oleh isu seorang kyai menikah dengan anak berusia 12 tahun. saat itu komnas anak bersikeras untuk menentangnya. diwakili kak seto (si komo itu lho) menangkap si kyai tersebut. namun saya masih memiliki sebuah pertanyaan.
apakah Komnas perlindungan anak tidak menyadari atau tidak peka akan eksploitasi anak sekarang-sekarang ini?
mereka memiliki peraturan yang menyebutkan bahwa anak yang belum cukup umur tidak dapat dipekerjakan (dibawah umur 16 dinyatakan belum dewasa), dan bila mereka dipekerjakan maka itu termasuk dalam eksploitasi.
dimana peran lembaga negara yang mengatasnamakan kesejahteraan bagi anak-anak tetapi masih banyak bocah-bocah mengemis dipinggir jalan? anak-anak desa yang masih menderita busung lapar, dan anak-anak yang menerima intervensi dari keluarga? dimana perannya?
terlebih lagi adalah eksploitasi yang dihalalkan oleh pemerintah ini adalah banyaknya anak-anak dibawah umur yang mulai diorbitkan menjadi artis. satu contoh adalah film "tarzan cilik" di salah satu stasiun tv swasta. dan acara "idola cilik" yang merupakan salah satu acara dan fasilitas untuk mendewasakan anak sebelum waktunya (bayangkan anak berumur 12 tahun sudah dicekoki lagu cinta dan bukan diberikan lagu yang pantas bagi mereka, sehingga pantas banyak yang bunuh diri akibat lagu cinta!). dan itu semua sebenarnya diatur oleh pikiran-pikiran para kaum proletar dan kapital. kini ibu-ibu lebih senang memberikan anak mereka program tv dari "disney chanel" dibandingkan program tv "laptop si unyil". patas apabila anak-anak kini banyak sekali yang tidak mengenal tradisi, kesenian, dan alam kita. mereka dari kecil sudah diberikan racun-racun barat sehingga tidak pernah terpupuk rasa dan semangat cinta tanah air sehingga mereka sudah di plot menjadi watak kapitalis (mereka tidak berpikir bahwa mereka cinta negeri mereka dan melakukan sebuah perubahan, tetapi mereka berpikir lebih baik tinggal di negeri orang dan hidup kaya raya).
pertanyaan terakhir untuk mengingatkan kalian semua
"SUDAH SEHATKAH ANAK-ANAK INDONESIA?"
kita kerap tidak sadar apa yang kita lakukan adalah sebuah penyiksaan dan penindasan bagi saudara kita, karena kekerasan yang terbesar dilakukan oleh tindakan dan sikap kita dan negara kita (tercinta untuk negara tapi bukan untuk pemerintahan!).
"kita tidak pernah menyadari bahwa kita juga terlibat dalam penindasan bagi saudara kita" - noam chomsky
ingin bukti akan kata-kata tersebut?
berapa liter produk nestle yang sudah kita konsumsi? berapa lembaran uang kita berikan untuk produk nike? dan berapa waktu kita buang untuk mendengarkan produk-produk sony?
ironisnya, tiap uang yang kita keluarkan untuk produk-produk dari korporasi multinasional adalah untuk membesarkan perut-perut para pemodal dan bukan untuk mensejahterakan para buruhnya, dan yang lebih parah adalah bahwa negara kita tidak dapat bertindak tegas, mereka mengeluarkan regulasi-regulasi kotor untuk menyokong para pemodal untuk bebas beraksi, ditambah pemblokiran media massa dan penggunaan doublespeak dan doublethink mereka (kata yang digunakan untuk mengaburkan makna asli yang terkandung).
ibu-ibu yang baru melahirkan sudah dibenamkan pada tatanan kapitalis. bayi-bayi mereka sudah disuguhkan oleh susu formula sejak lahir bukan oleh ASI yang menurut riset dokter adalah makanan yang paling baik untuk bayi (bayi memiliki sifat peka terhadap barang pertama yang mereka konsumsi seperti apabila diberikan ASI pertama maka dia akan terus mengonsumsinya). sekalipun ibu-ibu tersebut memberi mereka ASI, tetapi itu bukanlah ASI pertama. bila ibu bersikeras ingin memerikan ASI, maka disinilah peranan doublespeak, doublethink dari pihak rumah sakit dimulai. dengan dalih bahwa payudara dapat kendor (bagi ibu-ibu muda), bayi tetap membutuhkan vitamin dan zat-zat yang hanya terkandung di susu formula, dll. maka si ibu perlahan akan menghentikan suplai ASI nya, sehingga apabila payudara tidak lagi mendapat rangsangan maka ASI akan berhenti diproduksi. yang lebih bengis adalah bahwa dibalik istansi sebesar dan sepenting rumah sakit pun dinaungi oleh korporasi-korporasi kapitalis (seperti nestle, unilever, dll.).
pernahkah kalian melihat televisi? (sebuah kotak yang banyak mengumbar kebohongan dan pastinya kalian konsumsi termasuk saya)
akhir-akhir ini di Indonesia sedang digemparkan oleh isu seorang kyai menikah dengan anak berusia 12 tahun. saat itu komnas anak bersikeras untuk menentangnya. diwakili kak seto (si komo itu lho) menangkap si kyai tersebut. namun saya masih memiliki sebuah pertanyaan.
apakah Komnas perlindungan anak tidak menyadari atau tidak peka akan eksploitasi anak sekarang-sekarang ini?
mereka memiliki peraturan yang menyebutkan bahwa anak yang belum cukup umur tidak dapat dipekerjakan (dibawah umur 16 dinyatakan belum dewasa), dan bila mereka dipekerjakan maka itu termasuk dalam eksploitasi.
dimana peran lembaga negara yang mengatasnamakan kesejahteraan bagi anak-anak tetapi masih banyak bocah-bocah mengemis dipinggir jalan? anak-anak desa yang masih menderita busung lapar, dan anak-anak yang menerima intervensi dari keluarga? dimana perannya?
terlebih lagi adalah eksploitasi yang dihalalkan oleh pemerintah ini adalah banyaknya anak-anak dibawah umur yang mulai diorbitkan menjadi artis. satu contoh adalah film "tarzan cilik" di salah satu stasiun tv swasta. dan acara "idola cilik" yang merupakan salah satu acara dan fasilitas untuk mendewasakan anak sebelum waktunya (bayangkan anak berumur 12 tahun sudah dicekoki lagu cinta dan bukan diberikan lagu yang pantas bagi mereka, sehingga pantas banyak yang bunuh diri akibat lagu cinta!). dan itu semua sebenarnya diatur oleh pikiran-pikiran para kaum proletar dan kapital. kini ibu-ibu lebih senang memberikan anak mereka program tv dari "disney chanel" dibandingkan program tv "laptop si unyil". patas apabila anak-anak kini banyak sekali yang tidak mengenal tradisi, kesenian, dan alam kita. mereka dari kecil sudah diberikan racun-racun barat sehingga tidak pernah terpupuk rasa dan semangat cinta tanah air sehingga mereka sudah di plot menjadi watak kapitalis (mereka tidak berpikir bahwa mereka cinta negeri mereka dan melakukan sebuah perubahan, tetapi mereka berpikir lebih baik tinggal di negeri orang dan hidup kaya raya).
pertanyaan terakhir untuk mengingatkan kalian semua
"SUDAH SEHATKAH ANAK-ANAK INDONESIA?"
Subscribe to:
Posts (Atom)
